Diferensiasi Sosial

a. Pengertian Diferensiasi Sosial

Diferensiasi secara umum adalah proses pembedaan perolehan hak dan kewajiban dalam masyarakat secara horizontal tanpa membedakan status.

 

b.  Bentuk Diferensiasi Sosial

1.  Berdasarkan Aspek Alamiah (berdasarkan bawaan lahir)

Diferensiasi sosial berdasarkan ras.

Yaitu suatu bentuk pengelompokkan masyarakat berdasarkan perbedaan pada ciri-ciri fisik yang sama.

Misal : - Ciri-ciri fisik

Rambut, tinggi dan berat badan, bentuk hidung, bentuk wajah, bentuk dan warna rambut.

 

Berbeda ras berbeda cara mendapatkan hak dan kewajiban.  Hal ini dapat dilihat dengan adanya pembedaan ras berdasarkan warna kulit yang disebut dengan ras superior dan ras inverior.  Ras superior, warna kulit putih, yang dianggap memiliki hakikat dan martabat yang lebih tinggi dibandingkan dengan ras inverior, warna kulit berwarna hitam.

Hal inilah yang menyebabkan terjadinya diskriminasi ras di Amerika Serikat atau politik aparte di Afrika Selatan.

 

Diferensiasi sosial berdasarkan jenis kelamin.

Yaitu suatu bentuk pengelompokkan masyarakat dilihat berdasarkan diferensiasi jenis kelamin yang dimiliki seseorang.

Tuhan menciptakan dua jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan.  Walau memiliki harkat dan martabat yang sama, sama-sama ciptaan Tuhan.  Namun dalam kenyataannya hak dan kewajiban seorang laki-laki dengan perempuan addalah berbeda.

Misal : Dalam etnis Batak, yang berhak menentukan warisan adalah laki-laki dan sebaliknya dalam etnis Minang Kabau, perempuanlah yang berhak menentukan warisan.

 

Diferensiasi sosial berdasarkan intelektual (kemampua berfikir).

Intelektual merupakan suatu kemampuan berfikir seseorang atau faktor gen.  Kemampuan berfikir seseorang sangan tergantung pada faktor kelahiran.  Hal inilah yang menyebabkan munculnya pembedaan-pembedaan kelas pada sekolah-sekolah tertentu.

 

Diferensiasi sosial berdasarkan umur/usia.

Berbeda umur berbeda hak dan kewajiban tergantung pada tingkatan umur seseorang.  Tingkatan umur secara umum, yaitu :

Balita (< 5 tahun)

Anak-anak (5-11 tahun)

Remaja (12-18 tahun)

Dewasa (> 18 tahun)

 

Hak dan kewajiban seorang anak-anak berbeda dengan hak dan kewajiban seorang remaja dan dewasa.

 

Berdasarkan Aspek Sosial Budaya (manusia membuat sendiri)

Diferensiasi sosial berdasarkan agama.

Yaitu suatu bentuk pengelompokan masyarakat berdasarkan perbedaan agama yang dianut oleh seseorang.

Agama diciptakan manusia berbeda-beda tergantung pada keyakinan masing-masing.  Setiap agama berbeda hak dan kewajibannya.  Tetapi tujuannya satu yaitu surga.

Misal :

- Agama Islam diwajibkan sholat 5 waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, zakat, serta menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

- Agama Kristen/Katolik diwajibkan untuk beribadah ke gereja setiap hari Minggu, PA, merayakan Natal, paskah, dll.

 

Diferensiasi sosial berdasarkan profesi (kelompok pekerjaan).

Yaitu suatu bentuk pengelompokan masyarakat dilihat berdasarkan diferensiasi profesi/pekerjaan yang ditekuni oleh seseorang sesuai dengan keahlian dan keterampilan tergantung pada jenis, tujuan dan tanggung jawab pekerjaan masing-masing.

Misal :

- Seorang guru berbeda hak dan kewajibannya dengan seorang dokter.

- Seorang polisi berbeda hak dan kewajibannya dengan seorang manajer.

 

Diferensiasi sosial berdasarkan suku bangsa (etnis).

Yaitu suatu bentuk pengelompokan masyarakat dilihat berdasarkan diferensiasi suku yang dimiliki seseorang yang didasarkan pada asal usul, budaya, adat istiadat, atau kebiasaan yang sama.

Misal : Suku Batak, Jawa, Nias, Minangkabau, dll.  Berbeda suku berbeda hak dan kewajiban tergantung pada adapt istiadat dan kebiasaan masing-masing suku.

Contoh :

- upacara kematian.

- upacara perkawinan.

 

Diferensiasi sosial berdasarkan klan/marga/farm.

Yaitu suatu bentuk pengelompokan masyarakat berdasarkan perbedaan diferensiasi sosial latar belakang kekerabatan seseorang yang terdiri atas satu nenek moyang dilihat melalui garis keturunan yang sama (kesatuan geneologis).

Misal :

Batak, nias, Minangkabau, Ambon.

Berbeda klan/marga, berbeda hak dan kewajiban tergantung pada ketentuan klannya masing-masing.

 

c.  Pengaruh Diferensiasi Sosial berdasarkan kasus dalam masyarakat.

Diferensiasi sosial yang terdapat dalam masyarakat akan menimbulkan kelas-kelas tertentu dalam masyarakat juga akan mempengaruhi kehidupan masyarakat itu sendiri.  Kenyataannya, perbedaan-perbedaan tersebut dapat menimbulkan pengaruh baik bersifat positif maupun negatif.  Pengaruh yang bersifat negatif terwujud dalam konflik, sedangkan pengaruh yang bersifat positif terwujud dengan adanya integrasi sosial.

 

Konflik.

Merupakan proses/keadaan ketika dua pihak atau lebih berusaha menggagalkan tujuan pihak lain karena terdapat perbedaan pendapat, nilai-nilai maupun tuntunan masing-masing pihak yang berselisih maupun kekerasan.

Menurut tingkatannya konflik bibedakan menjadi 2 bagian, yaitu sebagai berikut :

Konflik ideologi

Yaitu konflik yang terwujud dalam bentuk pertentangan antar paham atau ideologi yang dianut.

Konflik politik

Yaitu konflik yang terwujud dalam bentuk pertentangan antar kelompok dalam hal pembagian kekuasaan politik, penggunaan kekuasaan, hak-hak dan sumber ekonomi.

Beberapa peristiwa yang terjadi di Indonesia akibat konflik, yaitu :

  • Konflik etnis di Kalimantan antara etnis Dayak dengan etnis Madura.
  • Konflik agama antara kelompok muslim dan Kristen di Maluku dan Poso.
  • Konflik antara TNI dan GAM di NAD.
  • Konflik antara organisasi Papua Merdeka dan TNI di Provinsi Papua.
  • Tawuran massal antar desa dibeberapa wilayah di Indonesiadan tawuran antar suku di Papua bulan Juli 2006.

 

Integrasi.

Merupakan proses penyatuan dua unsur yang berbeda sehingga dapat mengakibatkan ketercapaian suatu keinginan yang berjalan secara baik dan seimbang.

Integrasi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

- Integrasi sosial.

Merupakan suatu proses penyesuaian diantara unsur-unsur yang saling berbeda terdapat dalam kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi fungsinya bagi masyarakat.

Jika dalam proses integrasi sosial terwujud menyatu unsur-unsur sosial menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan saling melengkapi, maka tercipta keteraturan sosial.  Yaitu suatu keadaan dalam masyarakat yang menunjukkan adanya kehidupan yang harmonis, selaras, serasi, seimbang.

 

-  Integrasi nasional

Menurut Howard Wriggins, integrasi nasional mengandung 3 pemgertian yaitu:

Proses penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya ke dalam kesatuan wilayah dalam pembentukan suatu identitas nasional.

Proses penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi satu keseluruhan yang lebih utuh.

Proses memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi satu bangsa.

Syarat untuk mencapai integrasi nasional, menurut Myron Weiner, yaitu :

Penghapusan sifat-sifat kultural utama komunitas dan minoritas yang berbeda menjadi satu kebudayaan nasional.

Penciptaan kesetiaan nasional tanpa menghapus kebudayaan-kebudayaan kecil.

Integrasi sosial dapat terwujud jika didorong oleh faktor-faktor sebagai berikut :

Adanya ancaman dari luar pihak.

Adanya pertumbuhan ekonomi yang luas dan menyeluruh.

Gaya politis yang dimiliki oleh para pemimpin yang dapat mempertipis perbedaan dalam masyarakat.

Adanya ideologi nasional yang dapat menentukan tujuan dan cara penyampaiannya.

Adanya lembaga-lembaga politik dan administrasi yang telah terbentuk seperti TNI, kepolisian, kejaksaan, kehakiman, DPR, MPR, institusi pendidikan, dan perbankan.

Agar integrasi sosial dan integrasi nasional dapat terpelihara, diperlukan adanya homogenitas kelompok, efisiensi komunikasi antara penduduk antar wilayah, juga antar masyarakat dan para pemimpin.  Selain itu migrasi penduduk yang melahirkan asimilasi dan amalgamasi antar etnis serta besar kecilnya suatu kelompok masyarakat juga merupakan syarat-syarat agar integrasi sosial dan integrasi nasional dapat terpelihara.

 

Leave a Reply